Saya dengan
jujur mengakui kalo saya bukan orang yang terlalu “disiplin” dalam hal beragama, tapi waktu awal tinggal di
Bali saya sempat merasakan susahnya menjalankan hidup sesuai ajaran agama islam, pernak pernik tentang agama yang saya pelajari dengan kenyataan
di Bali, hampir semuanya berbanding 180 derajat, bagai surga dan neraka. Daily
life di Bali, minum minuman beralkohol sangat wajar dimana mana, kapan saja,
oleh siapa saja, menu daging babi ada dimana mana, anjing bebas berkeliaran,cewek cewek pakai bikini or pake baju sexy berkeliaran
dijalanan juga, gaya hidup kumpul kebo juga sudah lumrah, mbak mbak yang
berprofesi sebagai “ ayam” juga nggak sungkan2 menjajakan jasanya, dikantor dan
daerah sekitarnya nggak ada musholla dan masih banyak yang lain lainnya. Heah
dengan kenyataan yang sebegitunya ternyata pelan pelan kebiasaanku juga beradaptasi
dengan keadaan di disini, seperti apa saja jenis jenis adaptasiku selama
tinggal di Bali ??? Jeng jeng jeng..... tulisan selanjutnya adalah
compilasi antara pengalaman dan pengamatan pribadi saya.
Sebagai seorang
imigran dari Jawa saya juga merasa nyaman kalo bisa kumpul dengan sesama
imigran dari jawa juga, berasa kita ini senasib sepenanggungan, eh ternyata
sebagian besar mereka juga mengalami masalah seperti saya. Dan kebiasaan
merekapun juga berubah. Sesama imigran sedaerah kita sering jalan bareng, kalo
makan biasanya kita pilih ke warung banyuwangi, warung malang, warung suroboyo or
sate madura, pokoknya ke warung yang ownernya adalah imigran seperti kita juga,
selain karena jaminan rasa yang sesuai yang diharapkan oleh lidah kita,
pertimbangan lain karena pasti nggak ada menu babinya (kita gak
pernah deh makan bareng di babi guling bu Ayu or nasi betutu bu Jero) Nah
repotnya kalo kita pas pilih makan di restoran yang menunya komplit dari ayam,
beef, lamb, fish dan pork!! Meskipun misal kita order chicken sandwich, mana ada jaminan kalo itu seratus persen
halal, karena direstorannya ada menu pork juga.. karena seringnya kasus yang
begini, kalo saya sih permisi dan minta maaf sama Tuhan aja, bukannya saya mau
kurang ajar, tapi memang susah bagi saya menghindari keadaan seperti ini,
karena saya juga ingin belajar dan berpetualang tentang kuliner. Tapi saya belum tega
secara brutal order Pork steak dan sejenisnya.
Nah kalo hasil pengamatan
pada teman teman saya, ada yang jadi santai aja makan daging babi, ada yang
bertahan gak makan sama sekali.
Selanjutnya tentang
minuman beralkohol or istilah kerennya adalah spirits !! Wuuhuuu so excited
talk about this. Opini saya tentang minuman beralkohol dan peminumnya waktu
masih tinggal di Jember adalah pure negative, pokoknya menurutku waktu itu
alcohol adalah minuman si br*ngs*k deh.. sampai suatu ketika saya kerja
disebuah restoran dan bar di Kuta, inilah pertama kali saya bertemu dengan para
spirit, ditangan para bartender si spirit menjelma menjadi sesuatu yang sosok
yang maha indah, karena diperlukan pengetahuan, skill khusus, passion dan
kreatifitas untuk meracik sebuah minuman, ( pengalaman mengajarkan kalo
bartendernya asal2an minumannya juga jadi jelek dan gak enak ). Tiga jenis
cocktail ( dulu yang saya tahu cocktail itu adalah semacam es buah yang pake
sirup leci dan sprite, ternyata itu adalah cocktail versi Jember eheh) yang
bikin saya amaze dan jatuh cinta pada dunia spirits adalah MoonGlow, Rainbow
dan B52. MoonGlow diracik dari Malibu,
blue curacao dan sprite, cocktail ini sifatnya glow in the dark… WOW !!
Rainbow diracik dari blue
curacou, cognac, green crème de menthe, maraschino liqueur, blackberry liqueur,
crème de cassis kehebatannya dari enam jenis bahan itu bisa ada dalam satu
gelas shot dengan posisi berlapis tanpa saling tercampur WOW!!
Sedangkan B52 diracik dari
kahlua, amaretto, bailey’s dan whiskey mirip dengan rainbow, B52 juga pakai
shot glas yang jenis bahan spiritnya diatur dengan posisi berlapis tanpa saling
tercampur, tapi kalau yang ini disajikan dengan ada api yang menyala diujung
atas gelasnya, dan diminumnya juga pas apinya masih nyala.. Busyet.. serem
ah, ini mau minum atau mau atraksi debus toh??
Sadar dengan
betapa menariknya dunia spirit ini saya jadi sangat excited belajar tentang
sejarahnya, jenis jenisnya, resep dan cara meraciknya, peralatannya, jenis
jenis gelasnya dan untuk menyempurnakan ilmu yang saya pelajari otomatis saya
harus coba rasanya juga kan….( my favourite are capirinha, capirosca, mojito, malibu and gin tonic
huhuhu..)
Semakin banyak mencoba
saya semakin excited juga untuk berkreasi dan bikin resep resep baru… opini
saya tentang minuman beralkohol pun berubah tapi tidak total, saya telah
menemukan sisi indahnya, but still kalau kamu minum terlalu banyak, kamu adalah
si br*ngs*k ( sampai saat ini saya belum pernah mabuk berat apalagi sampai
hangover. Catet!! )
Ternyata ada lagi sisi
indah yang saya ketahui setelah saya minum segelas sampai dua gelas cocktail,
pasti malamnya saya bisa tidur sangat nyenyak dan enak, bangun pagipun bangun
terasa fit dan segar… eheheh.
Ok cukup tentang spirits
dan cocktail. Back to my friends, ternyata tidak ada satupun temanku yang
menolak dosa yang satu ini.. ternyata inilah pilihan dosa terfavorit ck ck ck …
ayo angkat gelasmu and say cheeeeerss ( good choice anyway)
PS. Sambil menulis ini
saya ditemani segelas white wine Jacob’s Creek Chardonnay
Say no to Topi Mir°°g