Kamis, 16 Februari 2012

Dosa Pilihan Part 1

Beberapa hal dalam tulisan ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan, kebijaksanaan pembaca sangat diperlukan

Saya dengan jujur mengakui kalo saya bukan orang yang terlalu “disiplin”  dalam hal beragama, tapi waktu awal tinggal di Bali saya sempat merasakan susahnya menjalankan hidup sesuai ajaran agama islam, pernak pernik tentang agama yang saya pelajari dengan kenyataan di Bali, hampir semuanya berbanding 180 derajat, bagai surga dan neraka. Daily life di Bali, minum minuman beralkohol sangat wajar dimana mana, kapan saja, oleh siapa saja, menu daging babi ada dimana mana, anjing bebas berkeliaran,cewek cewek pakai bikini or pake baju sexy berkeliaran dijalanan juga, gaya hidup kumpul kebo juga sudah lumrah, mbak mbak yang berprofesi sebagai “ ayam” juga nggak sungkan2 menjajakan jasanya, dikantor dan daerah sekitarnya nggak ada musholla dan masih banyak yang lain lainnya. Heah dengan kenyataan yang sebegitunya ternyata pelan pelan kebiasaanku juga beradaptasi dengan keadaan di disini, seperti apa saja jenis jenis adaptasiku selama tinggal di Bali ???   Jeng jeng jeng..... tulisan selanjutnya adalah compilasi antara pengalaman dan pengamatan pribadi saya.
Sebagai seorang imigran dari Jawa saya juga merasa nyaman kalo bisa kumpul dengan sesama imigran dari jawa juga, berasa kita ini senasib sepenanggungan, eh ternyata sebagian besar mereka juga mengalami masalah seperti saya. Dan kebiasaan merekapun juga berubah. Sesama imigran sedaerah kita sering jalan bareng, kalo makan biasanya kita pilih ke warung banyuwangi, warung malang, warung suroboyo or sate madura, pokoknya ke warung yang ownernya adalah imigran seperti kita juga, selain karena jaminan rasa yang sesuai yang diharapkan oleh lidah kita, pertimbangan lain karena pasti nggak ada menu babinya (kita gak pernah deh makan bareng di babi guling bu Ayu or nasi betutu bu Jero) Nah repotnya kalo kita pas pilih makan di restoran yang menunya komplit dari ayam, beef, lamb, fish dan pork!! Meskipun misal kita order chicken sandwich,  mana ada jaminan kalo itu seratus persen halal, karena direstorannya ada menu pork juga.. karena seringnya kasus yang begini, kalo saya sih permisi dan minta maaf sama Tuhan aja, bukannya saya mau kurang ajar, tapi memang susah bagi saya menghindari keadaan seperti ini, karena saya juga ingin belajar dan berpetualang tentang kuliner. Tapi saya belum tega secara brutal order Pork steak dan sejenisnya.
Nah kalo hasil pengamatan pada teman teman saya, ada yang jadi santai aja makan daging babi, ada yang bertahan gak makan sama sekali.

Selanjutnya tentang minuman beralkohol or istilah kerennya adalah spirits !! Wuuhuuu so excited talk about this. Opini saya tentang minuman beralkohol dan peminumnya waktu masih tinggal di Jember adalah pure negative, pokoknya menurutku waktu itu alcohol adalah minuman si br*ngs*k deh.. sampai suatu ketika saya kerja disebuah restoran dan bar di Kuta, inilah pertama kali saya bertemu dengan para spirit, ditangan para bartender si spirit menjelma menjadi sesuatu yang sosok yang maha indah, karena diperlukan pengetahuan, skill khusus, passion dan kreatifitas untuk meracik sebuah minuman, ( pengalaman mengajarkan kalo bartendernya asal2an minumannya juga jadi jelek dan gak enak ). Tiga jenis cocktail ( dulu yang saya tahu cocktail itu adalah semacam es buah yang pake sirup leci dan sprite, ternyata itu adalah cocktail versi Jember eheh) yang bikin saya amaze dan jatuh cinta pada dunia spirits adalah MoonGlow, Rainbow dan B52. MoonGlow diracik dari Malibu, blue curacao dan sprite, cocktail ini sifatnya glow in the dark… WOW !!
Rainbow diracik dari blue curacou, cognac, green crème de menthe, maraschino liqueur, blackberry liqueur, crème de cassis kehebatannya dari enam jenis bahan itu bisa ada dalam satu gelas shot dengan posisi berlapis tanpa saling tercampur WOW!!
Sedangkan B52 diracik dari kahlua, amaretto, bailey’s dan whiskey mirip dengan rainbow, B52 juga pakai shot glas yang jenis bahan spiritnya diatur dengan posisi berlapis tanpa saling tercampur, tapi kalau yang ini disajikan dengan ada api yang menyala diujung atas gelasnya, dan diminumnya juga pas apinya masih nyala.. Busyet.. serem ah, ini mau minum atau mau atraksi debus toh??
Sadar dengan betapa menariknya dunia spirit ini saya jadi sangat excited belajar tentang sejarahnya, jenis jenisnya, resep dan cara meraciknya, peralatannya, jenis jenis gelasnya dan untuk menyempurnakan ilmu yang saya pelajari otomatis saya harus coba rasanya juga kan….( my favourite are capirinha, capirosca, mojito, malibu and gin tonic huhuhu..)
Semakin banyak mencoba saya semakin excited juga untuk berkreasi dan bikin resep resep baru… opini saya tentang minuman beralkohol pun berubah tapi tidak total, saya telah menemukan sisi indahnya, but still kalau kamu minum terlalu banyak, kamu adalah si br*ngs*k ( sampai saat ini saya belum pernah mabuk berat apalagi sampai hangover. Catet!! )
Ternyata ada lagi sisi indah yang saya ketahui setelah saya minum segelas sampai dua gelas cocktail, pasti malamnya saya bisa tidur sangat nyenyak dan enak, bangun pagipun bangun terasa fit dan segar… eheheh.
Ok cukup tentang spirits dan cocktail. Back to my friends, ternyata tidak ada satupun temanku yang menolak dosa yang satu ini.. ternyata inilah pilihan dosa terfavorit ck ck ck … ayo angkat gelasmu and say cheeeeerss ( good choice anyway)

PS. Sambil menulis ini saya ditemani segelas white wine Jacob’s Creek Chardonnay
Say no to Topi Mir°°g 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar