Kamis, 11 Oktober 2012

Piece Of Cake: Perjalanan Jawa Bali Nusra

Piece Of Cake: Perjalanan Jawa Bali Nusra: Waduh.. terlalu lama gak ada kegiatan tulis menulis di sini.. been busy for a while with my life. Anyway saya mau tulis tentang trip darat y...

Piece Of Cake: Resolusi

Piece Of Cake: Resolusi: Hari ini kuputuskan kembali "bergerak" menuju impianku, setelah sempat lalai sejenak. Dan hari ini juga kuputuskan akan selalu "bergera...

Resolusi

Hari ini kuputuskan kembali "bergerak" menuju impianku, setelah sempat lalai sejenak.

Dan hari ini juga kuputuskan akan selalu "bergerak" menuju impian, for the rest of my life.

Ketidakberuntungan bukan bagian dari hidupku, cuma kemauan yang masih up n down itulah penyebabnya.

Piece Of Cake: Suatu Malam Di BIL ( Bandara Internasional Lombok ...

Piece Of Cake: Suatu Malam Di BIL ( Bandara Internasional Lombok ...:            Sejak tinggal di Sumbawa, sebenarnya sudah beberapa kali saya landed di BIL, tapi selalu pas siang hari. Menurut saya sih tida...

Sabtu, 06 Oktober 2012

Suatu Malam Di BIL ( Bandara Internasional Lombok )

           Sejak tinggal di Sumbawa, sebenarnya sudah beberapa kali saya landed di BIL, tapi selalu pas siang hari. Menurut saya sih tidak ada sesuatu yang spesial tentang BIL disiang hari. Bangunan terminalnya tidak terlalu besar, atapnya berbentuk sama dengan rumah tradisional suku Sasak, gaya arsitektur dan interiornya sangat “ garing “ dan suasananya lengang, karena belum terlalu banyak flight menuju BIL.
          Lalu, ada apa dengan BIL di malam hari?  Sebelum saya mengungkap misteri BIL di malam hari, saya mau bagi bagi pengetahuan umum dulu. Jadi... BIL ini adalah bandara baru yang ada di pulau Lombok yang mulai beroperasi pada Oktober 2011. Letaknya di Praya, sekitar 30 menit dari Mataram, sedangkan bandara lama adalah Bandara Selaparang, lokasinya ada di Mataram dan sejak BIL resmi beroperasi bandara Selaparang tidak digunakan lagi.
          Nah apa yang saya lihat di BIL di malam hari yang tidak pernah saya lihat disiang hari?  Ceritanya waktu itu saya lagi jemput keluarga saya yang mau liburan ke Lombok dan sekitarnya. Penerbangan dari Singapura ke Lombok dengan Silk air, nyampenya sekitar jam 9 malam ( btw, ini adalah satu satunya flight internasional di BIL waktu itu sebelum akhir akhir ini ada flight BIL ke KL by Airasia ).
Jam 9 pas saya nyampe di parking area BIL. Jalan kaki menuju gedung terminal, melewati taman yang kondisinya “ala kadarnya”, di area taman yang sempit dan “ala kadarnya” itu ada beberapa pedagang yang lagi berjualan dengan menggelar tikar, pake lampu petromak, jualnya kacang rebus, jagung bakar, rokok, minuman ringan dan snack. Pemandangan seperti ini mengingatkan saya pada suasana pasar malam waktu saya kecil dulu. Nah di teras gedung terminalnya pemandangan jadi makin aneh. Buanyak orang disitu, berjubel, kebanyakan duduk sila di lantai, tapi ada juga yang tiduran bahkan ada yang lengkap pake selimut pula. Komposisinya didominasi oleh ibu-ibu, anak-anak dan nenek-nenek. Sepertinya suasananya agak mirip dengan suasana tenda pengungsi. Janggal dengan pemandangan seperti ini saya tanya ke driver saya yang orang asli Lombok, “ Apakah mereka itu lagi nunggu keluarganya yang mau datang?” dia jawab “ Oh nggak, ini orang orang yang tinggal disekitar sini, kalo malam mereka suka datang kesini mau lihat orang yang baru turun dari pesawat dan mau lihat bule”. Duh !! hatiku jadi cenat cenut, campuran perasaan geli, trenyuh, iba, kasihan datang bersamaan. Harap diketahui, pesawat yang mendarat di BIL ini rentang waktunya kira kira 1 jam sekali, tidak tiap 4 -5 menit seperti di bandara Ngurah Rai, jadi mereka harus nunggu lama untuk sekedar melihat orang-orang yang baru turun dari pesawat dan lihat bule juga, ya pantes kalo mereka sampe bawa tikar, bantal dan selimut.
          Well you can say whatever you want to say but I will give two thumps up for those people. Mereka adalah orang ndeso dengan cara hidup sangat sederhana, cenderung terabaikan oleh pemerintah negeri ini dan sangat jauh dari hangar bingar dunia, tapi ternyata mereka masih punya hasrat “Curiosity” yang besar dan mereka juga antusias memenuhi hasrat ingin tahu mereka. Ada orang jenius bernama Leonardo Da Vinci dia bilang “ Hasrat untuk mengetahui adalah wajar bagi orang orang yang benar “
Jadi itulah warna warni Indonesia kawan.. Sampai ketemu di warna Indonesia yang lain…….

Sabtu, 26 Mei 2012

Piece Of Cake: Duo Mimpi Buruk Yang Masih Sering Mengunjungiku

Piece Of Cake: Duo Mimpi Buruk Yang Masih Sering Mengunjungiku: Sebenernya aku bukan tipe orang yang tertarik untuk memperhatikan mimpi, atau menafsirkan mimpi, apalagi menhubungkan mimpi sama rumusan an...

Jumat, 11 Mei 2012

Piece Of Cake: Perjalanan Jawa Bali Nusra

Piece Of Cake: Perjalanan Jawa Bali Nusra: Waduh.. terlalu lama gak ada kegiatan tulis menulis di sini.. been busy for a while with my life. Anyway saya mau tulis tentang trip darat y...

Perjalanan Jawa Bali Nusra

Waduh.. terlalu lama gak ada kegiatan tulis menulis di sini.. been busy for a while with my life. Anyway saya mau tulis tentang trip darat yang bisa masuk salah satu kategori terpanjang dalam hidupku. Bersama dengan dua buddy, buddy Datz dan buddy Ky, dan sebuah mobil trooper warna merah menyala. Perjalanan dimulai dengan ketemuan dengan Datz dan Ky di daerah sekitar pelabuhan Pototano, ini pelabuhan di Sumbawa Barat untuk nyebrang ke Pulau Lombok. Kenapa ketemuan ? Well dua buddy saya itu bahkan lebih gila, mereka udah mulai tripnya dari Jawa, nyebrang ke Bali, nyebrang lagi ke Lombok, nyebrang lagi Sumbawa, nyebrang lagi ke Flores dan…………… balik lagi !!!( saya harap anda paham peta Indonesia eheheh ) Edan bener kan…
Intinya saya join Datz dan Ky saat perjalanan balik mereka menuju Jawa. Pagi hari yang cerah kita mulai perjalanan, start di Pototano, masuk ferry, semuanya normal dan menyenangkan, satu setengah jam kita sampai di pelabuhan Kayangan. Lanjut ke Mataram, do some job my buddys need to do, dan sorenya kita nyantai nyantai di pantai Senggigi, pantai primadona pulau Lombok. Dulu waktu masih umur sekitar sepuluh tahun, saya pernah juga ke Pantai Senggigi. Dalam memoriku pantai Senggigi waktu itu pantainya cantik banget, berpasir putih bersih, airnya berwarna biru keijoijoan, banyak pohon kelapa yang sangat teratur di pinggir pantai, tapi kok yang kulihat sore itu udah nggak sama dengan memoriku waktu pertama kali ke Senggigi. Apa memang udah berubah atau saya landing di spot yang beda, kurang tau juga sih, but overall pantai Senggigi yang sekarang ini sangat tidak menarik, pasirnya kusem, airnya buthek, banyak perahu nelayan berserakan di pantai, not nice at all. So kita nongkrong di pantai Senggigi sambil makan sate ayam dan minum es kelapa muda, nyam nyam nyam…. Satenya juga nggak enak deh…
Trus lanjut puter puter Mataram cari tempat makan yang asik dan stay semalam di Mataram.
Next day, siang hari baru kita lanjutkan trip menuju Bali. Ini sesi terberat, perlu sekitar empat sampai lima jam untuk nyebrang ke Bali. Flash news untuk sesi ini buddy Ky, sempat lihat sekawanan lumba lumba melompat lompat di samping ferry. Sekitar jam 19.30 kita sampai di pelabuhan Padang Bai,  satu setengah jam berikutnya kita sampai di Denpasar. We got dinner di daerah dekat rumah sakit Sanglah, menunya nasi campur dengan ribuan lauk pauk, not really bad food dan yang mengejutkan kita cuma bayar dua puluh tiga ribu untuk tiga porsi nasi campur dan tiga es jeruk, Funtastic!!  Setelah makan malam kita lanjut mau beli oleh oleh, so we back to the car, bayar parkir dan ready to go, ehh tunggu dulu kenapa si tukang parkirnya ngomel ngomel… oh ternyata duit parkirnya kurang, mene ketehe pak kalo bayar parkirnya dua ribuan, lagian bapaknya dandannya gak jelas  sih, tukang parkir tapi dandan mirip pak ogah, jangan salahkan kita kalo ngasih diut parkir seikhlasnya, perasaan juga sudah tak kasih empat koin lima ratusan tadi, kan pas… kenapa masih ngambek?? Sambil ngomel si tukang parkir balikin duit koinnya, yang setelah diselidiki lebih lanjut ternyata itu koin dua ratusan… eheheh ya maaf pak..  kita adalah manusia yang sedang capek.
Setelah dapet semua oleh oleh kita transit sebentar di rumah kontrakan my buddys. Jam sebelas wita pas kita lanjut lagi perjalanan menuju pelabuhan Gilimanuk, herannya udah selarut itu masih ada aja polisi yang coba coba malak kita, untung dengan segala kesaktiannya buddy Datz berhasil menang duel mulut dengan si polisi kurang kerjaan ini. Bravo buddy Datz !!
Jam dua dini hari kita mulai nyebrang menuju Jawa, kali ini baru berasa capek dan ngantuk banget, suasana Jawa sudah mulai terasa, diwalkili dengan lagu lagu “banyuwangian” yang di putar dengan volume tinggi di ferry yang kita tumpangi. Untuk yang kesekian kalinya kita ada di ferry lagi, rasanya kita sudah jadi teman baru yang mulai akrab. Perjalanan selanjutnya setelah dari pelabuhan Ketapang menuju Jember adalah black out, I was sleep like a baby. Jam enam pagi wib, kita sampai di Jember, hore…. Home sweet home.
Sebuah perjalanan yang panjang, melelahkan, menyenangkan dan indah untuk di ingat.
Huge thanks for Datz n Ky



Kamis, 16 Februari 2012

My Piece Of Cake: Dosa Pilihan Part 1

My Piece Of Cake: Dosa Pilihan Part 1: Beberapa hal dalam tulisan ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan, kebijaksanaan pembaca sangat diperlukan Saya dengan jujur mengakui ka...

Dosa Pilihan Part 1

Beberapa hal dalam tulisan ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan, kebijaksanaan pembaca sangat diperlukan

Saya dengan jujur mengakui kalo saya bukan orang yang terlalu “disiplin”  dalam hal beragama, tapi waktu awal tinggal di Bali saya sempat merasakan susahnya menjalankan hidup sesuai ajaran agama islam, pernak pernik tentang agama yang saya pelajari dengan kenyataan di Bali, hampir semuanya berbanding 180 derajat, bagai surga dan neraka. Daily life di Bali, minum minuman beralkohol sangat wajar dimana mana, kapan saja, oleh siapa saja, menu daging babi ada dimana mana, anjing bebas berkeliaran,cewek cewek pakai bikini or pake baju sexy berkeliaran dijalanan juga, gaya hidup kumpul kebo juga sudah lumrah, mbak mbak yang berprofesi sebagai “ ayam” juga nggak sungkan2 menjajakan jasanya, dikantor dan daerah sekitarnya nggak ada musholla dan masih banyak yang lain lainnya. Heah dengan kenyataan yang sebegitunya ternyata pelan pelan kebiasaanku juga beradaptasi dengan keadaan di disini, seperti apa saja jenis jenis adaptasiku selama tinggal di Bali ???   Jeng jeng jeng..... tulisan selanjutnya adalah compilasi antara pengalaman dan pengamatan pribadi saya.
Sebagai seorang imigran dari Jawa saya juga merasa nyaman kalo bisa kumpul dengan sesama imigran dari jawa juga, berasa kita ini senasib sepenanggungan, eh ternyata sebagian besar mereka juga mengalami masalah seperti saya. Dan kebiasaan merekapun juga berubah. Sesama imigran sedaerah kita sering jalan bareng, kalo makan biasanya kita pilih ke warung banyuwangi, warung malang, warung suroboyo or sate madura, pokoknya ke warung yang ownernya adalah imigran seperti kita juga, selain karena jaminan rasa yang sesuai yang diharapkan oleh lidah kita, pertimbangan lain karena pasti nggak ada menu babinya (kita gak pernah deh makan bareng di babi guling bu Ayu or nasi betutu bu Jero) Nah repotnya kalo kita pas pilih makan di restoran yang menunya komplit dari ayam, beef, lamb, fish dan pork!! Meskipun misal kita order chicken sandwich,  mana ada jaminan kalo itu seratus persen halal, karena direstorannya ada menu pork juga.. karena seringnya kasus yang begini, kalo saya sih permisi dan minta maaf sama Tuhan aja, bukannya saya mau kurang ajar, tapi memang susah bagi saya menghindari keadaan seperti ini, karena saya juga ingin belajar dan berpetualang tentang kuliner. Tapi saya belum tega secara brutal order Pork steak dan sejenisnya.
Nah kalo hasil pengamatan pada teman teman saya, ada yang jadi santai aja makan daging babi, ada yang bertahan gak makan sama sekali.

Selanjutnya tentang minuman beralkohol or istilah kerennya adalah spirits !! Wuuhuuu so excited talk about this. Opini saya tentang minuman beralkohol dan peminumnya waktu masih tinggal di Jember adalah pure negative, pokoknya menurutku waktu itu alcohol adalah minuman si br*ngs*k deh.. sampai suatu ketika saya kerja disebuah restoran dan bar di Kuta, inilah pertama kali saya bertemu dengan para spirit, ditangan para bartender si spirit menjelma menjadi sesuatu yang sosok yang maha indah, karena diperlukan pengetahuan, skill khusus, passion dan kreatifitas untuk meracik sebuah minuman, ( pengalaman mengajarkan kalo bartendernya asal2an minumannya juga jadi jelek dan gak enak ). Tiga jenis cocktail ( dulu yang saya tahu cocktail itu adalah semacam es buah yang pake sirup leci dan sprite, ternyata itu adalah cocktail versi Jember eheh) yang bikin saya amaze dan jatuh cinta pada dunia spirits adalah MoonGlow, Rainbow dan B52. MoonGlow diracik dari Malibu, blue curacao dan sprite, cocktail ini sifatnya glow in the dark… WOW !!
Rainbow diracik dari blue curacou, cognac, green crème de menthe, maraschino liqueur, blackberry liqueur, crème de cassis kehebatannya dari enam jenis bahan itu bisa ada dalam satu gelas shot dengan posisi berlapis tanpa saling tercampur WOW!!
Sedangkan B52 diracik dari kahlua, amaretto, bailey’s dan whiskey mirip dengan rainbow, B52 juga pakai shot glas yang jenis bahan spiritnya diatur dengan posisi berlapis tanpa saling tercampur, tapi kalau yang ini disajikan dengan ada api yang menyala diujung atas gelasnya, dan diminumnya juga pas apinya masih nyala.. Busyet.. serem ah, ini mau minum atau mau atraksi debus toh??
Sadar dengan betapa menariknya dunia spirit ini saya jadi sangat excited belajar tentang sejarahnya, jenis jenisnya, resep dan cara meraciknya, peralatannya, jenis jenis gelasnya dan untuk menyempurnakan ilmu yang saya pelajari otomatis saya harus coba rasanya juga kan….( my favourite are capirinha, capirosca, mojito, malibu and gin tonic huhuhu..)
Semakin banyak mencoba saya semakin excited juga untuk berkreasi dan bikin resep resep baru… opini saya tentang minuman beralkohol pun berubah tapi tidak total, saya telah menemukan sisi indahnya, but still kalau kamu minum terlalu banyak, kamu adalah si br*ngs*k ( sampai saat ini saya belum pernah mabuk berat apalagi sampai hangover. Catet!! )
Ternyata ada lagi sisi indah yang saya ketahui setelah saya minum segelas sampai dua gelas cocktail, pasti malamnya saya bisa tidur sangat nyenyak dan enak, bangun pagipun bangun terasa fit dan segar… eheheh.
Ok cukup tentang spirits dan cocktail. Back to my friends, ternyata tidak ada satupun temanku yang menolak dosa yang satu ini.. ternyata inilah pilihan dosa terfavorit ck ck ck … ayo angkat gelasmu and say cheeeeerss ( good choice anyway)

PS. Sambil menulis ini saya ditemani segelas white wine Jacob’s Creek Chardonnay
Say no to Topi Mir°°g 



Selasa, 07 Februari 2012

My Piece Of Cake: Cerita Norak Pertama Keluar Negeri

My Piece Of Cake: Cerita Norak Pertama Keluar Negeri: Saya mengklaim diri saya sebagai orang yang suka traveling. Kenapa ?? Tanda tandanya : Waktu kecil saya bercita cita jadi pramugari, ...

Cerita Norak Pertama Keluar Negeri

Saya mengklaim diri saya sebagai orang yang suka traveling. Kenapa ??
Tanda tandanya :
Waktu kecil saya bercita cita jadi pramugari, karena menurut saya enak bisa jalan2 kemana mana gratis.. ( dasar anak kecil kurang pengetahuan dan pengalaman )
Trus setelah agak gedean pingin sekolah di akademi pelayaran dengan alasan yang sama ( udah agak gede tapi masih juga kurang pengalaman dan pengetahuan juga )
Tanda2 lainnya , kalo lihat bis or kereta api selalu mendadak merasa deg deg an, semacam ada letupan letupan ato semacem adrenalin yang mengucur deras sampe rasanya langsung pingin packing and go somewhere.. ( ck ck ck sampe segitunya)
Pas udah hijrah ke Bali tiap kali lewat bandara Ngurah Rai selalu deg deg an,
Pas kerja di villa, tiap kali scan passport tamu yang baru check in, cuma lihat stempel imigrasi dari berbagai negara udah bisa sakau pengen ngrasain travel ke luar Indonesia.
Sering sengaja lewat terminal international di bandara Ngurah Rai sambil membayangkan itulah “pintu kemana aja”

6 Maret 2008 the moment that I”ve been waiting for all my life akhirnya terjadi juga. Ini perjalanan pertamaku keluar Indo, and I did that by my self  . Kemanakah perjalanan keluar indo pertamaku?? Ke Republica Democratica de Timor Leste. Kenapa Timor Leste ? Cuma karena waktu itu punya “cem cem an” ( baca: temantapi mesra) yang lagi tinggal disana.. ( Suer, bukan si Raul Lemoz eheheh )
So pagi itu di depan pintu terminal international ngurah rai airport, sedikit masih nggak percaya akhirnya bisa masuk ke tempat ini..
Check in, sumpah masih gak ngerti cara check in, heits keluarin jurus curi curi pandang, cari contekan, apa aja sih yang dikasih ke counter check in nya ( cuma passport sama tiket ). Ini memang bukan pertama kali pake pesawat tapi yang pertama dulu pas jadi relawan ke Aceh, jadi yang check in si ketua kelompok melulu.
Selesai check in, trus ribet kesana sini minjem pulpen buat isi form doc imigrasi,        ( pulpen benda sepele yang ternyata penting banget untuk moment seperti ini)
Setelah itu masih banyak waktu, jalan jalan lihatin seisi gedung dengan maruk, takutnya gak bakal ketemu tempat ini lagi.
9:20 am. 45 menit sebelum waktu berangkat. Menuju counter imigrasi.. kasih aja semua perlengkapan, karena nggak tau yang mau diperiksa yang mana ( disinilah segala kesengsaraan dimulai ) Si bapak di counter imigrasi nanya, “ Fiskalnya mana mbak? Nggak ada di sini, cari fiskal dulu di lantai satu”  Haduh masih ada kurang toh.. ya wis balik ke lantai 1.
Conter fiskal ternyata penuh orang lagi ngantri, waduh kalo nunggu antrian bisa telat nih, nyelonong aja ah, nanya ke mas-nya cara dapet fiskal. Eh malah ditanya macem macem yang malah bikin aku bingung.. mungkin paham dengan mukaku yang pasti kelihatan sangat bego waktu itu ( Iiihh cantik cantik kok bego sih!), akhirnya si mas menjelaskan dengan singkat, jelas dan pas sasaran “ Mbak tiap orang Indonesia yang mau keluar negeri harus bayar fiskal seharga 1 juta rupiah” OMG ini bagaikan samberan petir yang bikin siang jadi bolong,... ekspresi mukaku yang sebelumnya bego, mendadak jadi syok langsung balik kanan dan mengutuki kebodohanku, how come i didn”t know about this thing!! Setelah serangan syok fiskal lalu berlanjut ke serangan panik, karena the truth is aku gak bawa duit rupiah, dikantongku cuma ada 50 USD buat bayar visa nanti di bandara Timor Leste, ATM juga gak bawa karena selain gak yakin bisa pake ATM di Dili ( Ibukota Timor Leste) juga udah ada niat dari awal bakal membebankan semua biaya hidup, jalan jalan, belanja dan bersenang senang pada si mas cem cem-an. ( hehe kebiasaan jaman lama kadang masih kebawa aja)
Masih ada waktu 35 menit, telpon SOS ke Eltis ( my sister) “ Ambil duit sejuta di laci lemari bajuku, bawa ke bandara sekarang, ngebut” Duh sambil nunggu Eltis, itulah detik detik yang paling menegangkan, saking tegangnya sampe kepala cenat cenut, perut melilit, keringet dingin, tenggorokan kering, sesak nafas semuanya tumplek blek dan uyel uyelan jadi satu, gimana kalo macet, gimana kalo ban kempes, gimana kalo trip ini gatot alias gagal total.. OH NO....... Terkutuklah aku dengan segala kebodohanku!!
9 : 49 am.16 minutes to go. Ketemu Eltis, ambil uang, dan sial!! harus ulang prosesi masuk terminal, cek tiket, lewat detector gate, dan kabur secepatnya ke counter fiskal,  dan proses urus fiskalnya juga lumayan lama, copy ini itu, Duh…. Jadi makin senewen.
Fiskal beres, lari diescalator ke lantai 2, aku nggak berani lihat jam, just want to go as fast as I can.
Counter imigrasi, all check.. and stempel dipassport, TOK!
Masalah imigrasi beres, lanjut ribet nyari gate nomer 16, dikejauhan kulihat papan petunjuk menuju gate 16, mulai lari lari mengikuti arah panah menuju kesana, dan terus berlari, sampe ngos ngosan, dehidrasi dan pusing, kombinasi antara capek, haus setengah mati dan bau dupa yang menyengat, ( terminal intl ngurah rai bak sebuah mall, dan bayangin tiap toko didalem gedung itu bakar dupa pas ritual sembahyang pagi hari) udah lama lari lari, tapi kok masih ketemu tanda panah melulu,… Duh jauh amat.. udah running out power nih.. sambil terus lari lari sayup terdengar suara wanita memanggil manggil namaku, mulai berhalusinasi, mungkinkah ini tanda tanda sebentar lagi aku segera pingsan.
Eh tunggu dulu, ini bukan halusinasi.. ini panggilan untuk segera boarding..  oalah!!!
Nyampe di gate 16 dengan keringat bercucuran kayak habis kerja gali sumur, but i made it, HUHUI...
Masuk ke dalam pesawat dengan sangat excited, inilah pesawat yang akan membawaku pertama kali keluar dari kandang.
Nyampe di bandara Presidente Nicolau Lobato, ini lebih nervous lagi, nggak tahu dokomen mana aja yang di kasih ke petugas imigrasinya. Akhirnya kasih aja semua, silakan pilih sendiri mana yang anda perlu hehehehehe…..  trus si bapak ini nanya nanya berapa lama mau tinggal di Dili, tinggal dimana dll. Duh perasaan bule antrian didepanku tadi nggak ditanya tanya gini deh...  mulai parno, gimana kalo si bapak ini nggak kasih ijin masuk, gimana kalo bapak ini punya dendam sama NKRI, atau mungkin dia dulunya tentara fretilin, ih serem...( u know lah... kita punya sejarah yang kurang harmonis antara indo dan timor leste)
Anyway saya berhasil menjawab semua pertanyaan beliau dengan tegas, mantab dan sesopansopannya plus senyuman yang termanis. Akhirnya si bapak menggetok stempel imigrasi di passportku.. TOK!! Hore berhasil.... langsung kabur keluar nyari nyari muka si kangmas yang pasti sedang menungguku dengan perasaan rindu yang membuncah.. Hehehehehe ( anggap aja begitu ya..)

Well bagi yang udah baca postingku sebelumnya, kejadian ini adalah salah satu perjuanganku untuk cari dan menemukan pasangan, tapi akhirnya tetep bubar juga..

Dalam trip coba coba ini boleh dibilang ada error dimana mana tapi menurutku itu lebih bagus karena pada trip selanjutnya, i will not make any error anymore!
Dan sejak trip ini aku bertekad untuk mengoleksi aneka stempel di passportku !

Pesan Moral : Meskipun kadang saya tidak terlalu pintar, tapi saya masih punya nyali untuk menyulap mimpi jadi nyata..



My Piece Of Cake: Duo Mimpi Buruk Yang Masih Sering Mengunjungiku

My Piece Of Cake: Duo Mimpi Buruk Yang Masih Sering Mengunjungiku: Sebenernya aku bukan tipe orang yang tertarik untuk memperhatikan mimpi, atau menafsirkan mimpi, apalagi menhubungkan mimpi sama rumusan ...

Duo Mimpi Buruk Yang Masih Sering Mengunjungiku

Sebenernya aku bukan tipe orang yang tertarik untuk memperhatikan mimpi, atau menafsirkan mimpi, apalagi menhubungkan mimpi sama rumusan angka angka togel ..    ( Ih najiz…)

Tapi kalo di inget inget ternyata aku punya duo mimpi buruk yang sering nyelonong dalam tidurku dari beberapa tahun yang lalu sampai tadi malam. What are those duo nitemare?



Pertama : Mimpi kalo ternyata aku belum lulus kuliah… dan dalam mimpi itu aku harus balik ke kampus dan nyelesein skripsi.. Nah Loh !! Biasanya sih setelah mimpi itu udah klimaks aku langsung terbangun, napas agak sesek, ngerasa deg deg an campur sebel, dan agak linglung, bener nggak sih aku belum lulus kuliah?? perlu beberapa detik untuk mengingat ingat ….n then, Oh ya.. aku inget  pas acara wisuda.. dan lega… its just a dream.. gak perlu balik kekampus .. gak perlu skripsian lagi.. Hore !! tidur lagi..



Kedua : Ehm.. ( agak ragu ragu.. should I  write about this?? ) Mimpi buruk yang kedua adalah mimpi kalo aku udah mulai tuwir.. tapi masih jomblo, desperate nyari cowok idaman. Panik udah umur banyak tapi gak ada tanda tanda dapet jodoh ( Hiakkkkkkkkkk) bahkan yang pedekate aja gak ada.  Padahal temen2 seumuran udah pada married, udah beranak pinak n look at my self masih harus berjuang extra keras untuk dapet cinta dari lelaki, perlu waktu berapa lama, dimana aku cari lelaki impianku, kalo ternyata nggak ada gimana?? OH NOOO… lalu.. mendadak melek dengan nafas ngos ngos an, agak linglung lagi, looking around,, waw ada seseorang tidur manis disebelahku.. HUift.. Cuma mimpi.. Hore!! Tidur lagi..



Nah itulah dua mimpi buruk yang kadang berkunjung to my dreamland, well menurut beberapa  sumber hasil meng-google tentang misteri mimpi..




Jadi "isi" mimpi kamu berasal dari sesuatu yang mempengaruhi kamu sementara kamu sedang tidur (kamu merasa kedinginan, suara gaduh, perasaan tidak nyaman, dan sebagainya) dan mimpi itu juga dapat menggunakan pengalaman-pengalaman lampau kamu dan dorongan-dorongan dan minat-minat yang kamu miliki sekarang.



Waktu kita tidur, semua organ tubuh mengendur (baca : Rileks).
Termasuk pula fungsi kontrol terhadap kejadian - kejadian yang tidak diharapkan, semisal mimpi.
Nah, karena ngak terkontrol inilah makanya hal-hal di alam bawah sadar akhirnya memberondong tanpa ampun!

By the way, mimpi buruk tetap tidak boleh di abaikan!
Soalnya meski judulnya di luar kontrol kita ,mimpi buruk bisa jadi suatu pertanda ada yang tidak beres dalam diri kita.
Mungkin ada masalah, harapan, atau apalah yang tidak terselesaikan atau
tidak kesampaian, yang ujung-ujungnya kita tekan masuk ke alam bawah
sadar.
Tapi namanya ditekan, jelas suatu saat bisa muncul lagi dong? Either di
dalam mimpi.



Jadi kalo menurut dua sumber diatas bisa kubuat kesimpulan : pengalaman pengalaman tidak menyenangkan dimasalaluku yang mungkin sebenernya masalah besar bagiku, sampe membuatku tertekan sampai akhirnya merembes masuk ke alam bawah sadarku. Eheheh sound so serem…



PENGAKUAN :

Well, its true kalo skripsi bikin aku ( apa ya kata2 yang tepat untuk situasiku waktu itu?) kelimpungan.. sebenernya  aku bukan mahasiswi yang bodo             ( Cuma agak males ), nyelesein semua mata kuliah tepat waktu, IPK diatas 3. Tapi mungkin kurang bernasib baik ketemu dosen pembimbing yang “aneh” mau tau kenapa kubilang aneh?? Karena sebenernya skripsi yang waktu itu kukerjakan sangat mirip sama skripsi salah seorang teman yang udah duluan lulus dengan dosen pembimbing yang sama pula. Nah kenapa temanku itu bisa lolos tapi aku nggak?? Padahal semua metode sama, hanya beda perusahaan. Took me years to deal with this !@#$% person. He’s torture me for years for a bul@$&*t. Dan singkat cerita setelah sampe harus melakukan perpanjangan masa study, dan terjadi beberapa perbuatan dosa yang gak perlu diceritakan disini akhirnya aku berhasil lulus ujian skripsi pas dihari terakhir masa injury time.  HUift!! Dramatis bukan??



Pengakuan ke dua, eng.. ing.. eng….  I”ll make it quick, basically setelah putus sama pacarku yang telah kupacari selama 4 koma 5 tahun, dan hijrah ke Bali baru nyadar kalo aku kesulitan menemukan lelaki yang se-qualify pacarku yang sebelumnya, semakin lama semakin pesimis, makin lama makin negative, sampe mikir yang aneh aneh seperti “ mungkinkah aku kualat?” coz aku merasa mukaku gak jelek jelek banget, otakku gak bodo bodo banget, body juga lumayan sexy ( ehm ehm), aku juga nice dan friendly, tapi jangankan ada yang  mau pacaran serius, yang “nembak” pun gak pernah ada.. WTH…

Sampe melewatkan ultah ke 28 dengan rasa kesepian dan kesendirian yang mencekat, nangis sesenggukan sendiri dikamar kos, merintih rintih menahan perih dihati, masa depan kehidupan asmaraku terlihat sangat suram ( duh! berat banget bahasanya, btw ini memang berat, mbak mbak diluar sana yang pernah ada atau sedang ada di titik ini pasti setuju denganku).



Pesan Moral : hai para pejudi togel silakan menerjemahkan mimpi mimpiku dalam angka angka togel, maybe its your lucky day..

 


My Piece Of Cake: Tragedi Pantai Di Bali

My Piece Of Cake: Tragedi Pantai Di Bali: Main ke pantai memang menyenangkan, sekedar leyeh leyeh diatas pasir yang masih hangat, ngobrol dan ditemani sebotol minuman dingin sambi...

Tragedi Pantai Di Bali

Main ke pantai memang menyenangkan, sekedar leyeh leyeh diatas pasir yang masih hangat, ngobrol dan ditemani sebotol minuman dingin sambil menunggu sunset adalah sesuatu yang sedap bagi saya. Atau sedikit main main air juga seger bener..  Berhubung saya suka dan sering banget main ke pantai ada beberapa “tragedi” yang pernah saya alami pas lagi dipantai, jadi buat kalian yang ada rencana mau ke pantai dalam waktu dekat harap menyimak tulisan ini biar prepare lebih baik,  jangan sampai mengalami kesialan yang pernah menimpa saya…

Tragedi pertama
Lokasi: Honeymoon Beach- Bali
Haha bingung kan dimana tuh Honeymoon Beach di Bali.. ini secret beach kawan.. hanya orang orang yang taat beribadah yang tau tempat ini hehe.. tentang tempat ini wuih indah tiada tara, ada pantai mungil dengan pasir putih bersih, goa mungil juga dan karang karang yang berlubang extra besar, jadi kalo pas air laut lagi surut, lubang lubang karang itu jadi mirip jacuzi, plus tidak ada turis sama sekali di tempat ini ( secara Bali udah dijajah habis habisan oleh turis sejak 30 tahun yang lalu hingga detik ini, jadi kalo ada pantai yang belum diendus turis bisa dikategorikan sebagai Miracle), trus ada segumpal dataran yang agak menjorok ke laut berbentuk bulat tertutup rumput hijau, mirip bukit2 kecil di film teletubies, disinilah tempat yang indah untuk menunggu sunset. Wah indah dan private banget deh..
Nah saking kesensemnya saya pada pantai honeymoon, waktu itu saya ngajak pacar saya kesana untuk menikmati honeymoon beach berdua saja dan mau bikin foto foto sok mesra bak foto prewed ( duh noraknya). Pas udah disana, mulailah saya dengan beringas memotret keindahan pantai ini sambil nyuruh nyuruh pacar saya ini untuk jadi modelnya, ceprat cepret.. ceprat cepret.. ceprat cepret.. lalu mau lihat hasilnya dikamera, lho kok cuma satu doang?? Oalah ternyata NO SIM CARD didalam kamera.. duh duh jadi berasa botol – bodoh dan tolol.

Tragedi ke dua
Lokasi: Jimbaran Beach- Bali
Ini di suatu sore yang cerah dan indah di pantai Jimbaran, waktu itu ada pacar temenku yang lagi liburan ke Bali, jadi aku, temenku ( cowok ) dan pacar temenku ( alhamdulillah cewek ) bertiga kita niat mau berenang di pantai. Karena alasan kepraktisan saya pake bikini waktu itu. Pas lagi asik main main air tiba tiba dateng ombak besar dan menerjang dengan kekuatan 0,9 scala ombak ( kira2 aja sendiri ya, pokoknya lumayan keras deh ) yang ternyata berhasil memporak poranda bagian atas bikiniku, pas si ombak nakal ini udah ketarik balik ke laut, lalu temenku nunjuk nunjuk ke arahku dengan muka ketawa ketawa yang aneh, aku agak bingung jadi i take a look my self.. eh waw lah kok salah satu tete” menyembul keluar dari tempatnya.. duh gak bisa dideskripsikan malunya diriku waktu itu huhuhu...........

Tragedi ke tiga
Lokasi: Masih dipantai Jimbaran
Sore sore setelah joging di Pantai Jimbaran, rasanya capek banget jadi duduk dan leyeh leyeh dulu sambil mengamati aneka perilaku manusia saat meraka ada di pantai. Ada yang lagi main bola, ada yang latihan jugling ( atraksi lempar lempar botol untuk show di bar), ada yang duduk duduk aja sambil makan lumpia, ada yang leyeh leyeh sambil baca buku, ada yang foto foto, ada yang jual ice cream, dan ini yang menarik perhatianku, ada ibu ibu bule main sama anjingnya, permainan lempar tongkat, cara mainnya si ibu bule ini lempar tongkat kayu kecil ke laut trus si anjing lari lari ngejar dan menangkap tongkat itu dan lari balik untuk ngasih tongkat itu ke majikannya dan si ibu bule ini melempar lagi tongkat ke laut dan si anjing lari lari menangakap dan mengembalikan ke majikannnya begitu seterusnya. Nah sambil main permainan lempar tongkat ini si ibu bule sambil jalan menyisir pantai, pas mereka nyampe didekat tempatku duduk entah karena terlalu girang atau terpesona atau mulai dehidrasi dan jadinya hilang konsentrasi, setelah menangkap tongkat dilaut si anjing besar berbobot mati 45 kg ini lari dengan semangat 45 menubrukku dan kita berduapun terguling kebelakang bagaikan pin dan bola bowling, setelah itu dia menguik nguik senang.. busyet deh, ini anjing punya cara yang brutal untuk bilang i love u..  lalu si ibu bule tergopoh gopoh lari mengevakuasi si anjing dan bilang maaf berkali kali.. Uh its ok deh bu, gak ada yang cidera kok. Btw si anjing yang ternyata bernama Jonas ini baunya wangiiiiiiiiiiiiiiiii banget , coba kalo bau busuk pasti saya minta ganti rugi !!

Tragedi ke empat
Lokasi: Nyang Nyang Beach- Bali
Pantai ini juga indah dan sepi banget, belum banyak orang tau tempat ini hanya segelintir surfer aja yang berani memanfaatkan pantai ini. Butuh nyali besar bagi surfer untuk surf di tempat ini, bukannya ombaknya serem sih tapi harus turun lewat seribu anak tangga untuk nyampe ke pantai, duh banyangin habis surf capek masih harus naik seribu langkah.. narly banget kan??
Pas ke pantai Nyang Nyang sama Eltis, kita datang pada waktu yang tidak tepat, pas air laut lagi pasang, jadi ombak yang pecah gede banget,  udah terlanjur nyampe di pantai, ya kita males mau langsung balik lagi, jadi kita memutuskan istirahat dulu  sambil nunggu air laut surut, kita tidur tiduran dibawah pohon pandan, lagi PW posisi wenak tiba tiba tanpa pemberitahuan ombak besar pecah dan menerjang, BLAR… kita kaget panik langsung pontang panting menyelamatkan barang barang berharga eheheh duh syukur berhasil menyelamatkan tas berisi HP, kamera, dompet dll. Tapi kita juga jadi saksi detik detik sandal kita terseret ombak menuju laut lepas... wah..pulangnya kita nyeker deh…….

Tragedi ke lima
Lokasi: Blue Point Beach- Bali
Blue Point surganya para surfer, pantai yang punya ombak maha bagus bertebing tebing tinggi, berkelok kelok dan banyak bar dan restoran di ujung ujung tebing, asik juga buat nongkrong untuk yang non surfer, waktu itu saya rame rame berenam hang out kesana.. pas nyampe dipantai ternyata eh ternyata lagi ada pemotretan sebuah brand surf terkenal, modelnya cewek cewek bule berbody kerempeng pake bikini. ERRR cowok cowok langsung cengar cengir seneng.. reaksi temen temen cowokku ada yang sok cool gak peduli ( tapi masak iya gak peduli??) ada yang nekat langsung ambil PW duduk diposisi paling strategis sebagai penonton ck ck ck….
Karena pantai ini berkelok kelok jadi banyak banget hidden place diantara batu batu karang, dan disebuah ceruk tersembunyi diantara batu karang ternyata eh ternyata ada yang lagi pemotretan juga, (kenapa pemotretan yang ini terkesan sembunyi sembunyi ya?? ) tapi yang ini modelnya cewek lokal, pake bikini juga, dan bodynya bahenol plus make up agak menor ( agak gak matching sih dipantai pake bikini tapi make up menor) ehm kalo yang ini mungkin pemoretan untuk majalah pria dewasa..
And then disitulah temen temenku  berlama lama nongkrong, ada yang pura pura cari ikan, ada yang pura pura ngomong sama rumput laut, tapi yang pasti matanya jelalatan ke arah si mbak bahenol berbikini merah yang lagi di foto dengan pose pose syurrrr…karena para cowok masih pada fokus sama si mbak bahenol berbikini merah, kita yang cewek cewek ngalah, kita ngobrol di pantai sambil jagain barang barang aja, lagi asik ngobrol tiba tiba ada monyet gede banget ada didekat kita, kulempar pake salak maksudnya biar dia segera minggat, eh malah duduk manis sambil makan salak. Kulempar batu dan kuusir pake kayu eh malah ngamuk menyeringai nunjukin taringnya sambil lari kearah tumpukan barang barang kita, ihhh kita tambah panik dan serba salah, kalo mau nekat berantem kok kayaknya monyetnya galak banget ( males kan kalo sampe digigit monyet trus kena rabies), kalo ditinggal kabur si monyet ntar nyolong barang barang kita, maka terjadilah perseteruan antara kita cewek cewek dengan si monyet
Kita cewek cewek: hush
Monyet : aerrrgggg
Kita cewek cewek: hush hush
Monyet: AERGGGGGG AERGGGGGG AERRRGGGGGGGGGGGG
Kita cewek cewek: AAAAAAAA……….. sambil kabur
Syukur deh Datz salah seorang temenku berhasil mengusir si monyet kembali kedunia monyet tapi si monyet sukses  menggondol sebuah bantal lipatku, ( padahal sebelumnya si monyet ngincer tas eiger warna hitam berisi blackberry huhuhu )

Tragedi ke enam
Lokasi: Tegal Wangi n Kuta Beach- Bali
Aku, Irma dan Reni bertiga kita ke pantai tegal wangi untuk sekedar relaks sore sore sambil nunggu sunset, setelah matahari bener bener udah tenggelam kita langsung balik, nyampe di parkiran eh ternyata kunci motor kok gak ada, udah ubek ubek seluruh tas masih gak ketemu, akhirnya aku dan Irma turun gunung menuju perkampungan cari tukang kunci yang ternyata udah pada tutup semua.. haduh!! Dengan sedikit perjuangan akhirnya kita berhasil dapet tukang kunci dan harus bayar extra mahal.. HIKS
Masih seputar kunci, kalo yang ini aku dan empat orang temen bule, habis pesta di sebuah bar didaerah poppies, kita masih mau lanjut, trus kita jalan ke pantai Kuta, disana kita cuma duduk duduk di pasir sambil ngobrol ngalor ngidul cekikak cekikik karena basically kita semua masih dibawah cengkraman alkohol. Jam 3 pagi, udah capek, udah ngantuk, ayo kita pulang. Lalu pas di parkiran salah seorang temenku bilang “ Oh no, I can’t find my key, I’m sure i still have it when i was in the bar”. Adengan selanjutnya adalah dini hari, lima orang bego setengah mabok, merangkak mengais ngais pasir di pantai Kuta cari sepotong kunci. Funtastic!!!

Nah buat yang mau ke pantai have fun dan Waspadalah! Waspadalah! Waspadalah!