Kamis, 11 Oktober 2012

Piece Of Cake: Perjalanan Jawa Bali Nusra

Piece Of Cake: Perjalanan Jawa Bali Nusra: Waduh.. terlalu lama gak ada kegiatan tulis menulis di sini.. been busy for a while with my life. Anyway saya mau tulis tentang trip darat y...

Piece Of Cake: Resolusi

Piece Of Cake: Resolusi: Hari ini kuputuskan kembali "bergerak" menuju impianku, setelah sempat lalai sejenak. Dan hari ini juga kuputuskan akan selalu "bergera...

Resolusi

Hari ini kuputuskan kembali "bergerak" menuju impianku, setelah sempat lalai sejenak.

Dan hari ini juga kuputuskan akan selalu "bergerak" menuju impian, for the rest of my life.

Ketidakberuntungan bukan bagian dari hidupku, cuma kemauan yang masih up n down itulah penyebabnya.

Piece Of Cake: Suatu Malam Di BIL ( Bandara Internasional Lombok ...

Piece Of Cake: Suatu Malam Di BIL ( Bandara Internasional Lombok ...:            Sejak tinggal di Sumbawa, sebenarnya sudah beberapa kali saya landed di BIL, tapi selalu pas siang hari. Menurut saya sih tida...

Sabtu, 06 Oktober 2012

Suatu Malam Di BIL ( Bandara Internasional Lombok )

           Sejak tinggal di Sumbawa, sebenarnya sudah beberapa kali saya landed di BIL, tapi selalu pas siang hari. Menurut saya sih tidak ada sesuatu yang spesial tentang BIL disiang hari. Bangunan terminalnya tidak terlalu besar, atapnya berbentuk sama dengan rumah tradisional suku Sasak, gaya arsitektur dan interiornya sangat “ garing “ dan suasananya lengang, karena belum terlalu banyak flight menuju BIL.
          Lalu, ada apa dengan BIL di malam hari?  Sebelum saya mengungkap misteri BIL di malam hari, saya mau bagi bagi pengetahuan umum dulu. Jadi... BIL ini adalah bandara baru yang ada di pulau Lombok yang mulai beroperasi pada Oktober 2011. Letaknya di Praya, sekitar 30 menit dari Mataram, sedangkan bandara lama adalah Bandara Selaparang, lokasinya ada di Mataram dan sejak BIL resmi beroperasi bandara Selaparang tidak digunakan lagi.
          Nah apa yang saya lihat di BIL di malam hari yang tidak pernah saya lihat disiang hari?  Ceritanya waktu itu saya lagi jemput keluarga saya yang mau liburan ke Lombok dan sekitarnya. Penerbangan dari Singapura ke Lombok dengan Silk air, nyampenya sekitar jam 9 malam ( btw, ini adalah satu satunya flight internasional di BIL waktu itu sebelum akhir akhir ini ada flight BIL ke KL by Airasia ).
Jam 9 pas saya nyampe di parking area BIL. Jalan kaki menuju gedung terminal, melewati taman yang kondisinya “ala kadarnya”, di area taman yang sempit dan “ala kadarnya” itu ada beberapa pedagang yang lagi berjualan dengan menggelar tikar, pake lampu petromak, jualnya kacang rebus, jagung bakar, rokok, minuman ringan dan snack. Pemandangan seperti ini mengingatkan saya pada suasana pasar malam waktu saya kecil dulu. Nah di teras gedung terminalnya pemandangan jadi makin aneh. Buanyak orang disitu, berjubel, kebanyakan duduk sila di lantai, tapi ada juga yang tiduran bahkan ada yang lengkap pake selimut pula. Komposisinya didominasi oleh ibu-ibu, anak-anak dan nenek-nenek. Sepertinya suasananya agak mirip dengan suasana tenda pengungsi. Janggal dengan pemandangan seperti ini saya tanya ke driver saya yang orang asli Lombok, “ Apakah mereka itu lagi nunggu keluarganya yang mau datang?” dia jawab “ Oh nggak, ini orang orang yang tinggal disekitar sini, kalo malam mereka suka datang kesini mau lihat orang yang baru turun dari pesawat dan mau lihat bule”. Duh !! hatiku jadi cenat cenut, campuran perasaan geli, trenyuh, iba, kasihan datang bersamaan. Harap diketahui, pesawat yang mendarat di BIL ini rentang waktunya kira kira 1 jam sekali, tidak tiap 4 -5 menit seperti di bandara Ngurah Rai, jadi mereka harus nunggu lama untuk sekedar melihat orang-orang yang baru turun dari pesawat dan lihat bule juga, ya pantes kalo mereka sampe bawa tikar, bantal dan selimut.
          Well you can say whatever you want to say but I will give two thumps up for those people. Mereka adalah orang ndeso dengan cara hidup sangat sederhana, cenderung terabaikan oleh pemerintah negeri ini dan sangat jauh dari hangar bingar dunia, tapi ternyata mereka masih punya hasrat “Curiosity” yang besar dan mereka juga antusias memenuhi hasrat ingin tahu mereka. Ada orang jenius bernama Leonardo Da Vinci dia bilang “ Hasrat untuk mengetahui adalah wajar bagi orang orang yang benar “
Jadi itulah warna warni Indonesia kawan.. Sampai ketemu di warna Indonesia yang lain…….

Sabtu, 26 Mei 2012

Piece Of Cake: Duo Mimpi Buruk Yang Masih Sering Mengunjungiku

Piece Of Cake: Duo Mimpi Buruk Yang Masih Sering Mengunjungiku: Sebenernya aku bukan tipe orang yang tertarik untuk memperhatikan mimpi, atau menafsirkan mimpi, apalagi menhubungkan mimpi sama rumusan an...

Jumat, 11 Mei 2012

Piece Of Cake: Perjalanan Jawa Bali Nusra

Piece Of Cake: Perjalanan Jawa Bali Nusra: Waduh.. terlalu lama gak ada kegiatan tulis menulis di sini.. been busy for a while with my life. Anyway saya mau tulis tentang trip darat y...